Friday, July 06, 2012

Pelatihan & Sertifikasi ISO 31000 ERM Fundamental, Bandung, 25-30 Juni 2012


"Tujuan utama ERM Officer adalah menciptakan Budaya Sadar Risiko", demikian ucapan fasilitator Leo J Susilo saat memberikan materi pelatihan "ISO 31000 International Risk Management Standar  -ERM Fundamental, 25-30 Juni di R. New York, Hotel Sensa, Bandung. Mengapa Budaya Sadar Risiko perlu diciptakan, karena dengan adanya kesadaran akan risiko setiap proses bisnis ataupun investasi bisa terhindar dari Resiko atau ketidakpastian (uncertainty) yang mungkin melahirkan peristiwa kerugian (loss).

Tapi perlu juga dilihat, dari setiap ketidaktentuan juga terdapat peluang (opportunity) yang dapat memberikan hasil positif bagi perusahaan. Jadi, dengan kata lain Manajemen Risiko dapat meminimalisir ketidakpastian sekaligus membuka lebar-lebar peluang. Seperti kata pepatah mengatakan, semakin besar risiko semakin besar pula keuntungan.

Akan tetapi apakah semua proses bisnis atau investasi seperti itu. Disinilah peran Risk Management Officer bermain. Dengan menggunakan standar ISO 31000, serta prinsip dan komponen yang terkandung didalamnya, perusahaan dapat memilih mana proses bisnis atau investasi yang memberikan keuntungan berlipat jika dilakukan atau malah sebaliknya.

Memahami Dasar-dasar Manajemen Risiko

Untuk Risk Management Officer mampu memilih mana proses bisnis dan investasi yang baik bagi perusahaan, perlu dipahami dasar-dasar manajemen risiko. Dan dasar-dasar manajemen risiko yang baik terkandung dalam ISO 31000-2009. 

"Didalam ISO 31000, tersedia prinsip dan panduan generik untuk penerapan manajemen risiko. Standart ini dapat digunakan untuk organisasi, perusahaan publik, perusahaan swasta, organisasi nirlaba, kelompok ataupun perseorangan. Standart ini dapat digunakan selama masa hidup organisasi dan untuk berbagai kegiatan, proses, fungsi, proyek, produk, jasa, aset, operasi dan pengambilan keputusan" terang Leo kembali.

Fasilitator Leo J Susilo memberikan latihan studi kasus dalam presentasi. Tujuannya agar peserta mendapatkan pengalaman langsung penerapan manajemen risiko.
Dalam waktu 5 (lima) hari pelatihan inilah, prinsip dan proses manajemen risiko diajarkan kepada peserta yang datang tidak hanya dari PT JIEP yang diwakili oleh Kabag Manajemen Risiko Achmad Maulizal, tapi juga dari perwakilin PT. Pertamina, PT Jasa Marga, PT. Garuda, Bank Mandiri, Bank BNI, hingga klinik kecantikan Estetika. Semuanya datang untuk memahami dasar-dasar manajemen risiko untuk nantinya dapat diterapkan diperusahaan asal masing-masing.

Karena Standart international ISO 31000 ini bertujuan untuk melakukan harmonisasi proses manajemen risiko dalam berbagai macam standart yang sudah ada saat ini atau yang nantinya akan dibuat. Selain manfaat diatas, penerapan manajemen risiko juga memberi manfaat lain, antara lain :

    1. Mengurangi kejutan (yang kurang menyenangkan).
    2. Eksplorasi dan eksploitasi peluang.
    3. Hubungan dengan pemangku kepentingan yang semakin baik.
    4. Peningkatan reputasi
    5. Perlindungan terhadap Direksi dan pejabatan lainnya.
    Bersama Leo, juga menjadi fasilitator pelatihan F. Antonius Alijoyo dari CRMS Indoenesia yang terkenal sebagai penggerak gerakan sadar risiko di Indonesia.

    Hadirnya Fasilitator Tamu Dari Luar Negeri 

    Yang menarik pada pelatihan dihari keempat, hadir Collins Adams sebagai fasilitator. Dengan pengalaman menangani penerapan manajemen risiko pada perusahaan terkemuka dalam dan luar negeri seperti Chevron, Medco dan Pertamina, Collins membagi pengalamannya dalam melakukan manajemen risiko diperusahaan yang telah ia tangani.

    Dan penekanan Collins adalah Risiko Sosial yang saat ini sedang mengemuka. Karena kembali kepada lingkungan eskternal perusahaan, lingkungan sosial merupakan stakeholder yang paling penting dan memainkan peranan penting akan keberlangsungan perusahaan. Yang jika tidak ditangani secara baik akan menimbulkan efek yang gawat.

    Ujian Sertifikasi ERMA

    Jika pelatihan berlangsung dari Senin-Jumat, maka di Sabtu, 30 Juni 2012 dilakukan ujian sertifikasi Risk Management Officer yang dilakukan di R. Shanghai, Hotel Sensa. Ujian sertifikasi ini nantinya akan memberikan pengakuan bagi peserta pelatihan akan pemahaman mereka terhadap peberapan ISO 31000. Karena berbeda dengan ISO yang lain, ISO 31000 bukanlah standar yang membutuhkan sertifikasi pada perusahaannya, namun lebih kepada penggunaan standar manajemen risiko yang terkandung didalam ISO itu sendiri. 
    Foto bersama seluruh peserta pelatihan
    Ujian berupa ujian tertulis dengan memilih pilihan berganda sebanyak 150 soal dan berbahasa Inggris. Sedikit tips untuk menghadapi ujian tersebut adalah rajin-rajin membaca buku panduan ISO 31000 dan menghapalnya secara mendetil. Karena pertanyaan yang banyak keluar adalah pertanyaan hafalan. 

    (AMZ)



            3 comments:

            Santi Marlinah said...

            Siang Pak Mauli.. salam kenal. terimakasih review nya. tgl 10-14 Juni 2013 saya jg akan mengikuti pelatihan ERM Fundamental ini.

            Santi Marlinah said...

            Siang Pak Mauli, salam kenal. terimakasih review dan bocorannya hehe. tanggal 10-14 juni besok saya jg akan mengikuti pelatihan ini. tks

            Keluarga Maulizal said...

            Malam Ibu Santi Marlinah....salam kenal juga...maaf baru membalas komen ibu, karena saya baru ditinggal Bapak dan baru mulai ngeblog lagi nih...selamat menempuh ujiannya ya....yang diperlukan memang ingatan yang kuat untuk bisa sukses ujian...