Tuesday, September 14, 2010

Belajar PR Dari “The Spin Crowd” E Channel


Nama-nama seperti Kim Kardashian, Paris Hilton dan Lindsay Lohan bisa ternama karena dibelakang mereka berdiri para praktisi Public Relations (PR) yang kompeten. E Channel mencoba mengangkat dunia dibelakang kesuksesan selebriti-selebriti ternama Paman Sam dalam sebuah acara televisi realitas keseharian para praktisi PR dalam bekerja bertajuk “The Spin Crowd”. Tapi jangan berharap banyak mendapat bocoran mengenai bagaimana praktisi PR mempraktekkan kemampuan PR mereka di acara ini. 

Para tokoh pemain 'The Spin Crowd' - (Kika) Summer, Lauren, Jonathan Cheban, Simon Huck, Katie, Erika.

Bukan kali pertama, sebuah acara televisi mengangkat gegap gempita dunia PR. Namun Jonathan Cheban, pendiri dan pemilik Command PR, konsultan PR yang menjadi tokoh utama “The Spin Crowd” berani sesumbar tidak ada acara lain yang seperti “The Spin Crwod”

Karena, masih menurut Cheban, yang sudah menangani selebriti papan atas seperti Jennifer Lopez, P. Diddy dan Kim Kardashian (juga Executive Producer The Spin Crowd), acara baru ini tidak hanya menonjolkan para tokoh yang berpenampilan bak model dan melulu berkeluh kesah membuat drama yang dibuat-buat untuk menarik penonton.

Memang tidak dipungkiri, didalam setiap pemberitaan dan liputan mengenai selebriti, terdapat hasil pekerjaan keseluruhan tin dari praktisi PR yang mumpuni. Seperti dalam episode pertama yang mengudara pada bulan Agustus 2010 lalu eksklusif di E Channel, kesibukan dalam menjalankan sebuah proyek kegiatan amal yang diprakarsai oleh Kelly Osbourne bisa menunjukkan bagaimana praktisi PR dituntut untuk mampu menjalankan tugasnya dengan baik ditengah himpitan tuntutan yang kadang menggelikan dari para selebriti.

Namun, sama seperti kebanyakan acara televisi realitas, yang ditonjolkan dari “The Spin Crowd” tidak lain dan tidak bukan adalah drama ketegangan pribadi-pribadi yang menjadi tokoh acara tersebut dalam menghadapi masalah keseharian mereka. 

Sebut saja masalah salah satu tokoh kita Erika Ladesme yang harus mengunjungi Dokter untuk mengatasi masalah pada giginya. Walau ujung-ujungnya diceritain juga kalo gigi yang baik mencerminkan penampilan diri yang baik.

Dimana pembahasan mengenai ilmu-ilmu PR, seperti RACE, PENCIL atau CRISIS PR? Jangan harap layaknya acara pelajaran yang secara langsung mengajarkan hal-hal yang perlu bagi seorang PR. Hal-hal mendasar mengenai PR hanya menjadi kosmetik dan pemanis belaka bagi drama realitas personal para tokoh “The Spin Crowd”.

4 comments:

Said Saiful Fazli said...

nice blog~~
salam perkenalan~

handout said...

terimakasih sudah berbagi
semoga sukses selalu..
kunjungi saya di..
BLOG SAYA
lirik juga..
REPOSITORY

Keluarga Maulizal said...

Terima kasih sudah berkunjung Oom Said Saiful

Keluarga Maulizal said...

Langsung menuju TKP bung handout...