Friday, October 14, 2005

3 years ago.....

3 tahun yang lalu, senin, 14 oktober 2002, pukul 1 lewat 10 menit dini hari, aku terbangun dari tidur lelapku. Tiba2 aja perutku muleees sekali. Pingin bab nih kayanya. Duuuh muales bgt, baru juga jam segini :-S

Duuuh salah makan apa yah? Apa karena sayur tahu pedes yg aku makan semalem? Sambil menahan ngantuk pergilah aku dgn ogah2an ke wc.

Pas buka cd ups…kok ada bercak darah? O….o….jangan jangan ini yang dinamakan kontraksi. Okay tenang….atur nafas…jangan panik….soalnya gak ada suami disisi, doi masi di Jakarta sedangkan diriku udah terbang ke malang 1 bulan sebelum due date melahirkan.

Aku bangunin aja adekku. “Nit…nita….udah kontraksi nih…. Aku tiduran disini aja yah….kalo ada apa2 kamu yang ngebangunin Bapak(Alm.) dan Mas Dian!”

Detik demi detik….menit demi menit…aku selalu liat jam tiap ada kontraksi. Dari setengah jam sekali, 15 mnt sekali sampe 10 menit sekali. Akhirnya aku ngebangunin bapak, sedangkan nita ngebangunin mas dian.

Subuh jam 4 pagi aku diantar menuju rumah bersalin. 15 mnt kemudian sampai di rumah bersalin Melati Husada, Jl. Kawi No 11 Malang.

Alhamdulilah….bukaannya lancar. Tiap kontraksi aku liatin jam, aku itung terus..aku masi sempat jalan2 (kata Ibuku biar bukaannya cepet dan lancar) dan mandi air hangat biar badan segeran.

Jam 7.30 baru aku masuk ruang bersalin, pas dicek oleh bidan baru bukaan 3. Aku masi sempat makan (biar ada tenaga kt bidannya) Ibu-Bapak(Alm.) mendampingi aku bergantian, nyuapin makan, ngelus2 punggungku kalo aku lagi kontraksi, nuntun aku ber-Istighfar, berdoa dan sesekali megangin handphone karena bolak balik suamiku nelpon nanyain keadaanku.

Aku liat jam 11 ketika dokter kandunganku, Pak Imam datang dan memeriksaku. “Bukaan 7!” kt beliau, “sabar yah dikit lagi, Saya kembali jam 1an” kata beliau. Haaah????!!! jam 1????? aduuuuh dok. Kirain ini udah waktunya. Kok berasa lama banget yah? Aku merasa kaya melayang, rasanya nih kalo kontraksinya ilang nguaaantuk bgt, tapi aku selalu diingetin ibu jgn tidur!

Jam 13.00 pas diperiksa sama bidan bukaan 9! Tinggal satu bukaan lagi nih.

Pas 13.20 dokter datang dan langsung ambil posisi. Ibuku diminta keluar ruangan karena hanya boleh ditungguin satu anggota keluarga, jadi hanya Bapak (Alm) yang menemaniku menaruhkan nyawa untuk membawa satu nyawa lagi ke dunia ini.

“Siap2, bu kalo berasa kontraksi langsung mengejan yah bu?!” begitu dr Imam memberi arahan….sekali kontraksi….dua kali….belum berhasil juga….dr Imam memberi suntikan induksi di paha kanan-kiri….datang lagi kontraksi ketiga dan….

Alhamdulilah…..berhasil….berhasil….berhasil…..HORE!!! Aku liat jam tepat pukul 13.36 wib lahirlah putri cantikku. Putriku ditaruh didadaku dan kemudian dibersihkan dan kemudian diadzanin oleh Eyang Kakungnya.

Karena ketinggalan pesawat, Suamiku baru sampe malang jam 9-an malam. Sedih sih tapi ngga papah lah abis mo pegimana lagii namanya juga blm ada cuti jadi mau gak mau gak bisa mendampingi istri tercantik ;;)

Putri cantik itu kami beri nama Aulia Tanisha Rakhel Maulizal, yg artinya secara keseluruhan: putri pertama maulizal yg lahir dihari senin pembawa kebahagiaan. Amin.

Dear Rakhel, hari ini tahun ke 3 hari ulang tahun kamu. Di tahun ini, Alhamdulilah pas banget jatuh di Bulan Ramadhan. Di bulan penuh berkah dan rahmat ini, tepat di hari ulang tahunmu, Mama dan Papa mendoakan semoga kamu selalu dalam lindungan Allah SWT, selalu mendapat rahmat dan hidayahNya, selalu mendapat lindunganNya, semoga kamu jadi anak Sholehah, baik hati dan tidak sombong, cantik budi pekertinya, berbakti kepada keluarga, agama dan negara. Amin Ya Rabbal Al Amin.

Salam sayang selalu,
Papa & Mama


Thursday, October 13, 2005

ck...ck...ck...rakhel....rakhel


Jam 10.10am tiba2 telponku berdering, aku liat nomernya hhhmmmm dari sekolahan Rakhel, duuuuhhh aku udah deg2an aja nih bawaannya, ada apa ini??

"Halo Mama Rakhel? ini Bu Fitri.....!"
"Oh iya Bu Fitri, ada apa? (aku udah mikir gak keruan aja niih)

"Mama Rakhel, aduuuh aku minta maaf nih." kata Bu Fitri
"kenapa bu?"(binun mode on*)
"ini ada kecelakaan kecil."(aduuh aku udah mo nangis rasanya)

"Begini Mama Rakhel....tadi tuh ada pelajaran ketrampilan menggunting..."
(aaaaah Ya Allah ada apa ini?"*khawatir mode on* dan udah berkaca-kaca")

"trus Rakhel tuh lagi semeja ama Saras, eeeeeeh gak taunya Rakhel ama Saras, main salon2an jadi gunting2an rambut!"

Huahahahahahaha langsung aja aku ketawa lega.

Duuuuh kirain kegunting tangannya atau apa gitu. Aku langsung senyum2 sendiri.

Hihihihihi rakhel....rakhel...aku cuman bisa geleng2 ketawa, biarlah kejadian ini jadi pelajaran buat dia,"bahwa gunting itu bisa buat gunting rambut, but......not recommended for her to cut her hair by herself lah or by herfriends;)

Dan pelajaran buat ibu guru dan orang tua tentunya utk lebih memerhatikan dan berhati2 lagi mengawasi anak2 dalam penggunaan alat2 tajam (dlm hal ini gunting) :)

Monday, October 10, 2005

Menikmati Sakit

"Allah tidak menurunkan penyakit, melainkan Dia telah
menurunkan obatnya."

Tidaklah Allah menciptakan sesuatu secara sia-sia.
Pasti ada beribu hikmah di balik segala yang terjadi
pada diri kita, atau lingkungan kita. Tapi, apa hikmah
dibalik penyakit yang Allah timpakan kepada manusia?
Adzabkah?

Pertama, sehat adalah ujian kesabaran. Hal ini
sebagaimana sabda Rasulullah Saw, "Sangat menakjubkan
urusan orang-orang Mukmin itu. Mereka menerima semua
persoalan hidup sebagai kebaikan baginya. Apabila
kegembiraan yang diterimanya ia akan bersyukur dan itu
adalah kebaikan baginya. Dan apabila kepedihan yang
diterimanya maka ia bersabar dan itupun merupakan
kebaikan pula baginya."(HR.Muslim).

Hadits di atas menjelaskan bahwa yang dituntut dari
kebaikan adalah syukur, sedangkan yang dituntut dari
kesulitan adalah sabar. Karena kesyukuran adalah tanda
keimanan, dan kedurhakaan adalah tanda kekufuran.

Kedua, sakit adalah penggugur dosa-dosa hamba-Nya.
Penyakit yang diderita seorang hamba menjadi sebab
diampuninya dosa yang telah dilakukan termasuk
dosa-dosa setiap anggota tubuh. Rasulullah Saw
bersabda, "Setiap getaran pembuluh darah dan mata
adalah karena dosa. Sedangkan yang dihilangkan Allah
dari perbuatan itu lebih banyak lagi."(HR. Tabrani).

Ketiga, Orang sakit yang mau bersabar akan mendapatkan
pahala dan ditulis untuknya bermacam-macam kebaikan
dan ditinggikan derajatnya. Rasulullah Muhammad Saw
bersabda, "Tiadalah tertusuk duri atau benda yang
lebih kecil dari itu pada seorang Muslim, kecuali akan
ditetapkan untuknya satu derajat dan dihapuskan
untuknya satu kesalahan." (HR.Muslim dari Aisyah ra).

Keempat, masih bagi pengidap sakit yang sabar, selain
mendapat pahala, ia akan mendapati jalan menuju surga
yang terbuka lebar.

Kelima, sebagai timbal baliknya, ia akan selamat dari
siksa neraka. "Aisyah Ummul Mukminin menerangkan sabda
Rasulullah Saw bahwasannya sakit karena demam itu akan
menghindarkan orang Mukmin dari siksa api neraka."
(HR. Al-Bazzar)

Keenam, selalu ingat pada Allah. Dalam kondisi sakit
akan membuat orang merasa benar-benar lemah, tidak
berdaya sehingga ia akan bersungguh-sungguh memohon
perlindungan kepada Allah Swt., Dzat yang mungkin
telah ia lalaikan selama ini. Kepasrahan ini pula yang
menuntunnya untuk bertobat.
Ketujuh, selalu mengingat nikmat Allah. Sakit membuat
orang tahu manfaat sehat. Tidak jarang orang merasakan
nikmat justru ketika sakit. Begitu banyak nikmat Allah
yang selama ini lalai untuk ia syukuri. Bagi orang
yang banyak bersyukur dalam sakit, ia akan memperoleh
nikmat.

Kedelapan, pembersihan hati dari penyakit. Pendapat
Ibnu Qayyim, "Kalau manusia itu tidak pernah mendapat
cobaan dengan sakit dan pedih, maka ia akan menjadi
manusia ujub dan takabur. Hatinya menjadi kasar dan
jiwanya beku. Karenanya, musibah dalam bentuk apapun
adalah rahmat Allah yang disiramkan kepadanya. Akan
membersihkan karatan jiwanya dan menyucikan ibadahnya.
Itulah obat dan penawar kehidupan yang diberikan Allah
untuk setiap orang beriman. Ketika ia menjadi bersih
dan suci karena penyakitnya, maka martabatnya diangkat
dan jiwanya dimuliakan. Pahalanya pun berlimpah-limpah
apabila penyakit yang menimpa dirinya diterimanya
dengan sabar dan ridha."

Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu mengambil
hikmah dari setiap kejadian yang Allah hamparkan ke
hadapan kita, baik pahit maupun manis. Amin.

Sumber: buku "Kado untuk Orang Sakit", karya
Abdullah bin Ali Al-Ju'aisin/Indah


psssstttt makasi yah Bunda Inong-BundanyaZidanSyifa udah boleh "ngintip" di blognya.

Puasa

Assalamualaikum wr.wb semua.......

Aduh teman2 semua...maaf nih kalo sempat menghilang seminggu ini. Sampai belum sempet mengucapkan Selamat Puasa dan mohon maaf lahir batin.

Pas banget puasa tahun ini, pas sahur hari pertama aku malah pingsan :( Emang hari sebelumnya aku udah ngga enak badan. Tapi tak lanjutin aja sih puasanya. Abis tak pikir2 wong makan juga ngga nafsu ya sudahlah lanjut aja puasanya. Alhamdulilah kuat.
Rakhel juga sama kondisinya ama aku sakit, batuk-pilek-panas. Bedanya kalo rakhel ngga sampe pingsan hehehehehe

Setelah minggu kemarin disibukkan dgn recovery dr sakitku(tensiku 90/60), lately Allah SWT memberi nikmat merasakan sakit Mag :) Ngga tau kenapa jadi punya penyakit Mag, padahal aku tipikal orang yg doyan makan loh. Jarang telat makan juga. Selama puasa ini aku mual terus dan pingin muntah, duh rasanya gak enak bgt. (bukan hamil yah ibu-ibu :P) Aku sih nikmatin ajalah "karunia" ini. Insya Allah bagian dari mau naik kelas. Amin.

Jadi mohom maaf yah teman2 kalo nantinya aku jarang nulis2. Abis emang bener2 ngga enak body ;)

Wassalamualaikum wr.wb